Sabtu, 13 Februari 2010

Proses Pemotongan Babi yg Baik dan Benar


Satu demi satu binatang gemuk berwarna merah muda itu masuk ke dalam sebuah ruangan sempit, kemudian besi penjepit yang dialiri listrik 180 volt dijepitkan ke kepala babi. Zzzztt! Setrum mengalir. Si babi menguik sebentar lalu jatuh terkulai. Penyetruman itu untuk melumpuhkan babi yang hendak dipotong. Babi sulit diikat lehernya, tidak seperti sapi atau kambing. Jadi cara yang efektif adalah disetrum,
kemudian babi digantung secara terbalik lalu dicantolkan di besi pengait yang terkait di rel, dibawa ke bagian jagal. Darah babi tidak dialirkan lewat menyembelih urat nadi di leher. Namun, tukang jagal menusuk pisau vertikal dari arah dada ke jantung. Darah segar pun mengalir.
Setelah babi mati dan darah berhenti mengalir, barulah babi direndam di air panas atau scalding. Babi direndam di air panas 70 derajat Celcius selama 10 menit untuk merontokan bulu di kulitnya. langkah selanjutnya babi dimasukkan lagi ke mesin penggiling agar bulunya rontok. Biar lebih licin lagi, usai dari mesin penggiling, petugas menggunakan pisau kecil untuk membersihkan bulu halus babi itu. Setelah itu barulah kepala babi dipotong. Badan lalu dibelah dua dengan kampak yang tajam sepanjang tulang belakang untuk lalu diambil jeroannya.
Cara lainnya babi dilumpuhkan dengan cara dimasukan ke dalam karung kemudian dipukuli hingga tidak berdaya. Setelah babi itu pingsan atau tewas babi langsung diolesi air panas untuk dikerok dan dipotong-potong.

1 komentar: